Selamat Datang!

Selamat datang di situs resmi PPI Italia! Di sini Anda akan menemukan berbagai informasi tentang belajar di Italia, mulai dari Daftar Universitas sampai dengan PPI Italia, wadah kolaborasi dan silaturahmi antar pelajar Indonesia di Italia. Buon appetito!

Sepucuk Surat Harapan dari Bima, NTB

Apa perasaanmu saat mendapat surat dari anak-anak dengan sejuta mimpi di sudut bumi NTB sana?

Baku Bima, NTB. Kota yang belum pernah ku singgahi, bahkan aku harus membuka peta untuk mengecek dimana lokasi tepat keberadaannya. Tapi surat dari tangan-tangan kecil mereka, telah meyakinkanku bahwa ada secercah pelita yang sedang menyala di sana. Bahwa ada anak-anak manusia yang sedang berjuang melukis harapan di tanah kelahiran mereka.

Adalah Indonesia Mengajar, lembaga nirlaba yang dibangun oleh Anies Baswedan pada 2009, yang memfasilitasi ide surat-menyurat antara adik-adik di Bima dan para pelajar di Italia. Adik-adik ini dibantu oleh fasilitator Indonesia Mengajar untuk membuat surat yang berisi data diri, hobi, dan cita-cita mereka pada selembar kertas karton, yang kemudian dikirimkan ke penjuru dunia. Lihatlah bagaimana optimisme mereka begitu bersinar dari warna-warni tulisan tangan mereka.

lili1 lili2

Surat dari Adik Ico dan Adik Hamblin

“Cita-cita saya ingin menjadi guru”, tulis Adik Ico. “Kakak-kakak di luar negeri sedang ngapain? Doakan saya bisa belajar di sana ya Kakak”, begitu Ia mengakhiri suratnya.

Aku sendiri mendapat surat dari Adik Hamblin, yang hobinya memancing di laut dan main bola. Suratnya pun dipenuhi dengan gambar ikan dan pemain bola. Ia kini duduk di kelas enam SDN Inpres Baku.

Mendapatkan surat-surat dari mereka, aku dan para pelajar lain di Bolzano, lebih dari bersemangat untuk membalasnya. Ada yang melampirkan foto-foto makanan di Italia, foto suasana kota Bolzano, bangunan-bangunan terkenal di Italia, dll. Tak lupa kami mengirim pesan agar mereka giat belajar, tak lelah untuk merenda mimpi dan harapan, serta bersemangat dalam menggapainya.

lili3

“Bermimpilah yang tinggi ya Hamblin. Karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita. Kak Lili doakan, semoga suatu saat nanti, Hamblin juga bisa sekolah di luar negeri :)”

-Kak Lili-

“Belajarlah diiringi dengan doa tapi jangan lupa untuk bergembira :-D Semoga Dik Ico bisa meraih cita-citanya menjadi Bu Guru Ico :-) Salam ya untuk semuanya yang ada di sana, dari Italia, Februari 2015″

-Kak Fariz-

“Riska di Bima, rajin belajar, banyak-banyak membaca, berjuang, dan jangan pernah menyerah!”

-Kak Rido-

Surat sederhana yang mereka kirim itu bukan saja menjadi bukti bahwa ada semangat menyala dari bumi Baku di NTB sana. Lebih dari itu, surat-surat mereka telah menyadarkan kami, para pelajar Indonesia yang diberi kesempatan untuk bisa sekolah tinggi di luar negeri, untuk bersyukur dengan nikmat pendidikan yang kami dapati saat ini. Surat-surat itu memacu kami untuk lebih berprestasi, lebih giat dalam menuntut ilmu di benua biru ini. Karena ada anak-anak Indonesia yang menanti inspirasi, yang menunggu kontribusi nyata kami.

Note: Video yang menggambarkan suasana kota Baku dan anak-anak di sana https://www.youtube.com/watch?v=N5ADTL9M6BM

Pengajian Regional Bolzano-Trento Edisi Bulan Februari

Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)
Kegiatan: Kajian Regional wilayah Bolzano dan Trento

Sabtu, 28 Februari 2015. Muslim Indonesia di Bolzano dan Trento kembali berkumpul dalam pengajian bulanan yang kali ini bertema “Pandangan Islam tentang Orang Tua: Antara Peran dan Akhlak”. Berbeda dari pengajian-pengajian sebelumnya, setelah pengajian ini kami juga mengadakan acara kekeluargaaan berupa penyambutan warga Indonesia yang baru datang ke Bolzano. Ada banyak makanan khas Indonesia yang dihidangkan dalam acara ini. Mulai dari berbagai jenis ayam: ayam kare, ayam bumbu saus lemon, ayam ala Pakistan; ikan panggang, pecel, dan teri Medan. Hmm yummy!

Dan, untuk yang penasaran bagaimana serunya Ust. Luthfi dalam membahas tema tentang orang tua, simak rangkumannya berikut ini.

Kita tentu pernah marah atau kesal atas perlakuan buruk teman kita terhadap kita. Dan karena sakit hati itu, kita ingin suatu kemalangan menimpanya. Namun bolehkah kita berdoa meminta keburukan terjadi pada orang lain? Tentu tidak boleh, kan.

Uniknya, sejarah mencatat bahwa doa seorang ibu yang tertuju untuk anaknya, akan selalu dikabulkan Allah, baik itu berupa kebaikan atapun tidak. Ini membuktikan bahwa memang benar ridho orang tua adalah ridhoNya, begitu juga dengan murka orang tua adalah murkaNya.

Namanya Juraij. Dia adalah ahli ibadah yang sangat mencintai sunnah-sunnah Rasulullah. Bahkan ia membangun sebuah ruangan khusus di rumahnya yang ia gunakan untuk bermunajat kepada Allah. Suatu hari saat ia hendak berdiri menunaikan shalat sunnah, ibunya memanggil. Tapi karena saking cintanya ia pada Rabbnya, ia segera memulai shalat sunnah, dan tidak menjawab panggilan sang bunda. Mendapati bahwa anaknya tidak menghiraukannya, setelah dipanggil beberapa kali, ibu Juraij ini kesal. Ia lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, jangan Engkau matikan dia sebelum fitnah terjadi pada dirinya.” Sebuah doa yang terlontar dari mulut seorang bunda, tak ada hijab setipis pun yang  dapat menghalanginya.

Dan sungguh benar janji Allah. Ada seorang wanita yang cantik rupanya dan begitu mengagumi Juraij. Ia adalah seorang pelacur. Meski berkali-kali ia menggoda Juraij, Juraij tak gentar dan tidak termakan oleh bujuk rayunya. Sayangnya wanita ini tidak kehabisan ide. Didasari oleh perasaan cintanya yang begitu besar kepada Juraij, ia rela melakukan segala hal. Ia kemudian berzina dengan seorang pemuda hingga hamil, lalu mengatakan kepada semua orang bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Juraij! Sungguh fitnah besar yang menimpa seorang ahli ibadah. Fitnah yang terjadi karena Allah memperkenankan doa seorang bunda.

Dari Juraij kita belajar, bahwa doa ibu tidak pernah terhijab oleh apapun. Lisannya, lantunan permohonan yang ia panjatkan, akan selalu didengar oleh Allah. Inilah balasan atas perjuangannya dalam mengandung dan menyapih kita dalam keadaan payah yang bertambah-tambah. Wahnan ‘alaa wahnin. Ibarat kegelapan laut yang berlapis-lapis, semakin dalam semakin gelap, maka begitulah yang ibu rasakan  dalam mengandung seorang anak.

Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua, birul walidain, Allah sandingkan dengan larangan untuk mempersekutukanNya (An-Nisa: 36). Begitu pentingnya perintah ini, sampai-sampai ia menempati peringkat kedua setelah perintahNya untuk menjauhi kemusyrikan.

Maka sudah seharusnya kita berakhlak kepada kedua orang tua dengan sebaik-baik akhlak. Berbakti dan meminta restunya atas segala hal yang kita lalui dalam perjalanan hidup kita. Karena doanya mustajab, karena pintanya tak terhalang, dan karena ridhonya adalah juga ridho Allah.

Job Opportunity: Expo Milano 2015

PPI Italia, salah satu program 2015 adalah bersinergi dengan kegiatan Expo Milano 2015 yang akan diselenggarakan di Milan selama 6 bulan dari 1 Mei 2015 s.d 31 Oktober 2015. Kegiatan yang menjadi cakupannya adalah:

    mengadakan kegiatan sarasehan dengan pembicara tokoh2 Indonesia yang akan berkunjung ke Italia
    menjadi intermediary mahasiswa/masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Expo Milano 2015
    membantu Penyelenggara Expo Milano 2015 untuk mencari talent-talent Pelajar/Mahasiswa/Masyarakat Indonesia untuk mendukung Expo Milano 2015 sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan

Untuk mendukung acara tersebut telah dibentuk tim khusus Expo Milano yang terdiri dari PPI Italia (Koordinator), PPI Milano, dan Simpul Masyarakat Indonesia (KCP Melati WW, Yayasan Tiara).

Tim Khusus Expo Milano 2015

Tim Khusus Expo Milano 2015

Untuk info Expo Milano 2015 bisa diklik artikel expo 1 dan artikel expo 1.


Job Opportunity!

Restorant dalam Paviliun Indonesia membutuhkan talent mahasiswa Indonesia untuk bertugas sebagai penjaga stand selama kegiatan EXPO MILANO 2015.

  • Benefit: Free food and drink, free entrance expo milano, uang saku (jumlah akan diupdate kemudian)
  • Sistem kerja: Part time, shift pagi atau malam
  • Persyaratan:

-Komitmen utk memenuhi jadwal shift
-Kemampuan basic berbahasa Italia (menyapa tamu, dlsb)

Bagi yang berminat bisa mengisi form berikut:

https://docs.google.com/forms/d/1SO4GRit_NvpnaIZxmLXs1odypYhZlZxBEsN-W-OBqAE/viewform

Jangan lupa sertakan foto, data tidak lengkap tidak akan diproses. Proses seleksi akan dilakukan  pada bulan April oleh tim restaurant tersebut di Milan.

(Note: data akan dikeep untuk opportunity yang lain di Expo Milano 2015).

Untuk Penyelenggara Expo dan Mahasiswa/Masyarakat Indonesia yang membutuhkan informasi dan kolaborasi bisa menghubungi tim PPI Italia di alamat expomilano.italia@gmail.com.

Beasiswa lokal solusi financial support studi di Italia

Penulis: Masruri

Ketua PPI Italia 2014/2015, mahasiswa S3  Universita’ degli Studi di Parma.

Belajar di luar negeri bisa menjadi solusi alternatif untuk menyekolahkan anak-anak kita di tengah mahalnya pendidikan di Indonesia. Biaya pertama (admission fee) dengan jumlah yang demikian besar, belum spp dan biaya hidup, dapat menjadi beban tersendiri bagi orang tua. Beasiswa yang tersedia tidak serta merta dapat membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup di kota besar tempat menimba ilmu. Bekerja sambilan dengan standar gaji yang kecil juga terkadang tidak membantu di tengah beratnya beban sks.

Memburu beasiswa bisa menjadi solusi alternatif untuk membantu meringankan beban biaya selama studi di luar negeri. Di beberapa negara di Eropa biaya sekolah tidak terlampau mahal jika dibandingkan dengan di Indonesia. Di Jerman misalnya per semester, biaya spp sekitar 500 euro, demikian juga Italia. Di Perancis lebih kecil lagi (200 euro untuk undergraduate, dan 260 euro untuk master per tahun). Lihat http://www.studyineurope.eu/tuition-fees untuk lebih detail.

Beasiswa Local Italia

Beasiswa Local Italia

Meskipun Pemerintah Italia tidak begitu gencar memberikan beasiswa tetapi setidak nya beasiswa dari Kementrian luar negeri (MAE) ditawarkan setiap tahun meskipun tidak full (3-9 bulan) dan dapat diperbarui tahun berikutnya. Namun, Italia memiliki kekhasan berupa banyaknya beasiswa local yang diberikan kepada mahasiswa secara umum baik local maupun mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan regular baik undergraduate (laurea triennale) maupun master (laurea magistrale). Beasiswa tersebut ditawarkan oleh Institusi local yang disebut Badan Regional untuk Hak atas Pendidikan (Azienda Regionale per il Diritto allo Studio) maupun pemerintah local.Tidak hanya beasiswa tetapi mereka juga menyediakan bantuan asrama (alloggio), mensa, dan mobilitas (student mobility semacam erasmus).
Tabel berikut memuat beberapa institusi regional di Italia.

Wilayah Nama Institusi Website
Abruzzo Azienda per il diritto agli studi universitari (Adsu) http://www.adsuaq.org
Basilicata Azienda regionale per il diritto alo studio universitario della Basilicata (Ardsu) http://www.unibas.it/ardsu.htm
Calabria Centro Residenziale dell’Università degli studi della Calabria http://www.unical.it/portale/strutture/centri/residenziale/
Campania Ente regionale per il diritto alo studio universitario (Edisu) http://www.edisunapoli1.it,
http://www.edisuna2-iuo.it,
http://www.edisuparthenope.org
http://www.edisucaserta.it
http://www.edisu.sa.it
Emilia Romagna E.R.G.O http://www.er-go.it
Padova ESU Padova http://www.esu.pd.it
Venezia ESU Venezia http://www.esuvenezia.it
Toscana DSU Toscana http://www.dsu.toscana.it
Roma LUISS http://dirittoallostudio.luiss.it

Pendaftaran pada umumnya dilakukan dengan online. Jika sudah memilih Universitas yang dituju dan telah melakukan pre-registrasi, cobalah cari institusi lokal yang sesuai dengan wilayahnya. Misalnya Er-go dapat meliputi Bologna-Romagna, Modena-Reggio Emilia, Parma, dan Ferrara. Jika anda sudah memilih Universitas di salah satu kota tersebut, maka anda berhak melakukan pendaftaran di Er-go. Cek expired date untuk pendaftaran beasiswa maupun residence. Beasiswa biasanya diberikan dua kali setahun dengan total kurang lebih 5800 euro. Jika mendapatkan residence maka pembayaran bisa dipotong untuk sewa rumah (sekitar 160 per bulan) dan sisanya akan diberikan pada saat jadwal pengambilan beasiswa, bisa ditransfer ke rekening ataupun cash di bank yang ditunjuk.

Selain beasiswa yang bisa didapat dari institusi tersebut, beberapa pemerintah lokal seperti Bolzano memberikan penawaran beasiswa bahkan dengan jumlah yang lebih tinggi sampai mencapai 1200 euro per bulan. Beberapa Universitas juga menawarkan beasiswa langsung terintegrasi dengan program studi, seperti Universitas Calabria, Politeknik Milan, dan Politeknik Torino.

Italia, kekhawatiran atas presentasi tinggi mahasiswa ‘fuori corso’

Jumlah presentasi yang tinggi mahasiswa di luar masa studi yang diprogramkan menjadi masalah baru di Italia. Mahasiswa ‘fuori corso’ atau mahasiswa yang belum lulus melebihi masa studi di Italia mencapai hampir 40 % (angka persisnya 37 persen) berdasarkan statistik (lihat data di grafik berikut). Presentasi tinggi terletak di universitas di selatan Italia seperti Cagliari di mana jumlah mahasiswa terdaftar mencapai 28.543 mahasiswa, di antaranya 15.156 mahasiswa atau 53 % adalah mahasiswa ‘fuori corso’. Tetapi dari segi jumlah mahasiswa masih kalah dengan Universitas berskala besar seperti Roma La Sapienza di mana jumlah mahasiswa ‘fuori corso’ mencapai 42.821 dari 107.753 mahasiswa atau sekitar 40% dan Pisa (45.706 mahasiswa, 19.152 atau 42% fuori corso).

Tingginya jumlah mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu menjadi masalah yang serius bagi Universitas karena Pemerintah hanya menghitung biaya Universitas dari jumlah mahasiswa ‘in corso’ (masih dalam waktu yang diprogramkan) yang mengambil kursus atau mata kuliah. Bahkan mahasiswa PhD (Dottorato di Ricerca) tidak masuk dalam penghitungan biaya.

Seperti juga program yang berlaku di Eropa, Italia menganut program 3+2, 3 tahun untuk bachelor degree (Laurea Triennale) dan 2 tahun Master of Science (Laurea Magistrale). Dan tidak seperti Indonesia yang mengaplikasikan batas maksimal (misalnya n+0.5n, n masa studi sesuai program), di Italia tidak berlaku masa studi maksimal.

Data mahasiswa di luar masa studi Universitas Italia (Source: http://espresso.repubblica.it/)

Data mahasiswa di luar masa studi Universitas Italia (Source: http://espresso.repubblica.it/)

Dampak yang nyata dari permasalahan ini adalah Universitas dengan jumlah tertinggi siswa yang tidak lulus pada waktunya akan mengalami kerugian yang signifikan dari sisi Ekonomi/finansial. Kekhawatiran yang tumbuh adalah konsekuensi negatif dari mekanisme baru yaitu: di satu sisi, peningkatan uang kuliah bagi mahasiswa di luar masa studi untuk mengkompensasi kerugian akibat keterlambatan, dan di sisi lain, godaan untuk menurunkan standard kesulitan ujian untuk mempercepat kelulusan mahasiswa.

[Source: http://espresso.repubblica.it/inchieste/2015/02/26/news/universita-parte-la-guerra-ai-fuoricorso-ma-a-perdere-potrebbe-essere-la-qualita-1.201432?ref=HRBZ-1%5D

[DiskusiTwitter] “Belajar dari Eropa, RI Hadapi ME ASEAN 2015 ” by PPI Italia ‏@PPI_Italia

Twit @PPI_Italia

  1. Narasumber Yanuar Rizky Silahkan buka tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=FW85F54VCpY … #MenujuMEA2015
  2. MEA diberlakukan pd saat tdk ada pemimpin yg kuat di ASEAN spt Soeharto dan Mahathir ketika ide integrasi ASEAN ini dimulai.#MenujuMEA2015
  3. Singapore dan Malaysia dalam posisi diuntungkan dalam MEA karena kuat secara ekonomi dan membutuhkan perluasan pasar #MenujuMEA2015.
  4. RI adl satu-satunya negara yg kuat scr demografi dn geografis di ASEAN. Bahan bg Jokowi-JK utk melakukn dplmasi pendahuluan.#MenujuMEA2015.
  5. MEA tanpa Indonesia, tidak ada artinya. Namun ada beberapa points yang harus diselesaikan oleh RI untuk siap di dalam MEA.#MenujuMEA2015
  6. Pt 1 #MenujuMEA2015 adl pembenahan skt perbankan, penting dalam menopang fungsi perputaran uang dn kesiapan menghdpi integrasi keuangan MEA.
  7. Singapore dn Malaysia sdh malang melintang di tanah air dg FDI sektor perbankan (&telco) pasca krisis ekonomi 98 #MenujuMEA2015.
  8. Perbankan Indonesia menuntut kemudahan pembukaan cabang di ASEAN dengan alasan asas resiprokalitas di sektor perbankan #MenujuMEA2015.
  9. Atau menuntut diaplkasiknnya disinsentif bg perbankan asing utk beroperasi di RI, jika negara mrk tdk memberikan kemudahn #MenujuMEA2015
  10. FDI di RI vs kemudahan membuka cabang di negara lain. Kesalahan strategi ktk menjual asset strategis mjd sulit memasuki MEA. #MenujuMEA2015
  11. Pt. 2 #MenujuMEA2015 direalisasikannya redenominasi rupiah lewat pemotongan tiga angka di belakang.
  12. Redenominasi agar valutasi rupiah terhadap mata uang ASEAN terutama thd SGD dan MYR lebih baik #MenujuMEA2015
  13. Jika diberlakukan mata uang bersama ASEAN, bargain rupiah menjadi lebih baik #MenujuMEA2015
  14. Untuk merealisasikan redenominasi rupiah diperlukan kekompakan politik, dan persatuan nasional #MenujuMEA2015
  15. Contoh redenominasi yang berhasil Turki (2005). Mampu mengatasi inflasi. Bbrp gagal spt Rusia, Argentina, dan Zimbabwe.#MenujuMEA2015
  16. Pt. 3 #MenujuMEA2015 menyatukan visi dan misi untuk membangun negeri dengan menyudahi dendam2 masa lalu. #MenujuMEA2015
  17. menciptakan kawan bersama berupa kestabilan ekonomi, kestabilan harga.#MenujuMEA2015
  18. Belajar dari Eropa, RI Hadapi Ekonomi ASEAN – http://www.inilah.com http://shar.es/1WYEk2 via @sharethis #MenujuMEA2015

*FDI = Foreign Direct Investment

Prosedur Lapor Diri ke KBRI Roma

Teman-teman pelajar Indonesia yang baru tiba di Italia di samping menyelesaikan prosedur keimigrasian seperti kepengurusan ijin tinggal (Permesso di Soggiorno), dan registrasi Universitas, prosedur yang tidak kalah pentingnya adalah melaporkan keberadaan dirinya kepada perwakilan RI setempat dalam hal ini adalah KBRI Roma. Lapor diri ini sangat besar besar manfaatnya di samping dari KBRI Roma memerlukan update data WNI yang tinggal di Italia, lapor diri ini besar manfaatnya bagi yang bersangkutan untuk perlindungan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di luar negeri. Dengan data yang sudah ada tentu, pihak KBRI akan lebih mudah untuk memberikan bantuan dan perlindungan.

Data apa saja yang harus disiapkan untuk lapor diri?

Selain data pribadi seperti, nama, alamat, nomor kontak, email, pelapor menyertakan keterangan keluarga (Suami/istri, anak-anak), data passport, keluarga terdekat di Indonesia yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat, pihak-pihak di Italia yang bisa dihubungi. Untuk Pelajar/mahasiswa menyertakan jenis visa dan masa berlaku, Instansi pengirim, penyandang dana, nama sekolah/universitas, program yang diikuti serta bidang studi yang diambil.
Jika sempat, teman-teman bisa berkunjung ke KBRI Roma dengan alamat, Via Campania 53-55, Roma 00187, berlokasi di dekat taman terkenal Villa Borghese, Roma. Bus line yang bisa diambil (linea 360, 223, 92) turun di Fermata Puccini, kemudian jalan kaki sebentar ke Via Campania (dibalik tembok tua Romawi). No contact yang bisa dihubungi Tel: +39064200911.

Jika teman-teman tidak memiliki waktu berkunjung ke KBRI Roma, bisa mengisi formulir terlampir dengan menyertai Photo kopi paspor. Kemudian formulir yang sudah diisi dan photo kopi paspor dikirim ke alamat email (visa.roma@indonesianembassy,it) dengan di cc kan kepada (sociocultural@indonesianembassy.it).​

FORMULIR LAPOR DIRI WNI

Mereguk Semangat Menuntut Ilmu dari Pengajian Regional Bolzano-Trento

Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)
Kegiatan: Kajian Regional PPI Italia wilayah Bolzano dan Trento

20150124_120035

Pagi itu, dua belas muslim/muslimah di Bolzano dan Trento berkumpul untuk pertama kalinya dalam pengajian regional di wilayah kami. Memang format pengajian dengan menyatukan dua komunitas muslim di dua provinsi yang berbeda ini baru pertama kali diadakan. Materinya pun sangat menarik, selaras dengan pekerjaan kami saat ini yaitu menjadi seorang mahasiswa. “Mengulik Kisah Cendekiawan Muslim: Sebuah Pemacu dalam Menuntut Ilmu di Negeri Orang” adalah tema dalam pengajian kali ini yang dibawakan dengan sangat apiknya oleh Ust. Luthfi.

Periode dimana cendekiawan muslim berkembang pesat kita kenal dengan sebutan periode klasik. Di sini kita mengenal assabiqunal awwalun yang didominasi oleh kalangan muda yang kritis, dinamis, dan anti status quo. Komunitas yang dibangun adalah komunitas tauhid. Tidak asing bagi kita saat mendengar nama-nama cendekiawan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi, yang hidup pada zaman ini.

Sayang, semenjak kehidupan dunia mulai dipertentangkan dengan akhirat, saat itulah mulai terlihat kemunduran Islam. Periode ini dikenal dengan nama periode pertengahan. Dalam periode ini terjadi banyak disintegrasi, agama dipisahkan dari politik, lalu muncullah tiga kerajaan besar: Usmani, Persia, dan Mughal.

Selebihnya, yang juga masih kita rasakan hingga saat ini, adalah periode modern. Sudah selayaknya para pemikir muslim melakukan rekonstruksi kembali dari ketertiduran umat pada periode ini. Kita harus mampu berkaca pada periode klasik untuk membangun kembali kejayaan ilmu pengetahuan Islam itu lagi.

Kita mungkin bisa meneladani sosok Ibnu Sina, yang senantiasa menjaga keseimbangan antara kecerdasan moral dan spiritualnya. Sebagai contoh, di saat dia bingung dan merasa semua jalan telah buntu, yang ia lakukan adalah mengambil air wudhu, lalu shalat, dan berdoa hingga kersulitan-kesulitan itu Allah angkat. Karena memang hanya Ialah yang berkehendak untuk menyingkap tabir yang selama ini menutupi cahaya intelektualitas kita.

Begitu pula dengan ilmuwan terkenal asal Indonesia yang baru-baru ini mendapat penghargaan dari Jerman. Siapa lagi kalau bukan Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Mungkin selama ini kita hanya mengenal kehidupan akademisnya saja, bagaimana ia berjuang, belajar di negeri orang, sampai membangun perusahaan pesawat terbang dengan keahlian ilmu yang ia kuasai. Ternyata, itu semua tak terlepas juga dari kekuatan spiritual yang dimilikinya. Di tengah kesibukan aktivitas akademik, beliau masih menjaga konsistensi untuk berpuasa sunnah Senin-Kamis. Masya Allah..

Kita, sebagai pelajar yang setiap hari disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, penelitian, dsb, kadang merasa tidak mempunyai waktu untuk menambah aktivitas amal-amal ibadah kita. Ada saja pembelaan atas nama kuliah untuk mengurangi lembar Al-Qur’an yang kita baca setiap hari, atau alasan untuk menunda-nunda shalat.

Tahukah kawan? Bahwa sesungguhnya semakin kita merasa sibuk, di saat itulah Allah akan tambahkan lagi kesibukan kita, hingga seakan-akan kita tidak mampu mengenal siapa diri kita sesungguhnya. Mungkin justru disebabkan oleh kesibukan yang kita anggap berlebihan itulah yang membuat kita lupa, hingga kita akan terus-menerus merasa dalam kesibukan yang memenatkan. Padahal bisa jadi, dengan kita menunaikan hak batin, hak akal, dan hak raga secara seimbang, cahaya ilmu akan lebih mudah mengisi rongga-rongga dalam otak kita.

Setelah pengajian yang berdurasi kurang lebih 2 jam 20 menit ini, kami menyantap makan siang yang bertema lebaran yaitu opor ayam dan sambal goreng daging kentang :9 Ditambah pula dengan kriuknya kerupuk puli, segarnya es cincau, dan manisnya puding serta brownies. :9

Open Recruitment Anggota Pengurus PPI Italia 2015

[OPEN RECRUITMENT PPI Italia 2015]

“Kepemimpinan itu tindakan, bukan jabatan.”
(Donalt H. McGannon)

Seiring dengan pergantian kepengurusan PPI Italia dari periode 2014 ke 2015, kami jajaran pengurus PPI Italia 2015:

Ketua: Masruri Masruri (Parma)

Sekretaris: Alifah Syamsiyah (Bolzano)

Bendahara dan Bisnis Usaha:
Bendahara I (Keuangan): Ario Santoso (Bolzano)
Bendahara II (BU): Wahyudin Permana Syam (Milan)

A. Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya
Ketua: Arumjeni Mitayani (Milan)

B. Bidang Media Center
Ketua: Siti Maskurotul Ainia (Calabria)

C. Bidang Kepemudaan dan Olahraga
Ketua: Stevan Chondro (Bologna)
Wakil: Rahmat Hidayat (Coscenza),

D. Bidang Support IT/Telematika
Ketua: Fariz Darari (Bolzano)
Wakil: Husna Nugrahapraja (Pisa)

E. Ketua PPI Wilayah:
Calabria: Gendra Tri Nugraha Sjafwan (Calabria)
Bolzano: Fariz Darari(Bolzano)
dan PPI-PPI Wilayah lainnya

mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Monis H Pandhu selaku ketua PPI Italia periode 2014 beserta segenap pengurus atas sumbangsihnya dalam memajukan PPI Italia.

Berdasarkan musyawarah presidium/perwakilan wilayah selama 18 September 2014 – 12 Oktober  2014 (elektronik) dengan wakil:

Calabria : Monis Pandhu Hapsari (mahasiswa S2 Universitas Calabria, Ketua PPI Italia)
Gendra Tri Nugraha Sjafwan (mahasiswa S2 Universitas Calabria, Ketua PPI Calabria)
Roma dan sekitarnya: Wawan Sujarwo (Mahasiswa S3, Universitas Roma 3)
Toscana : Husna Nugrahapraja (mahasiswa S3, Scuola Superiore Sant’Anna)
Emilia Romagna : Masruri (mahasiswa S3 Universitas Parma)
Milano dan sekitarnya: Wahyudin Permana Syam (mahasiswa S3 Politeknico di Milano)
Bolzano : Ario Santoso (mahasiswa S3 Universitas Bolzano)

setelah menjaring calon melalui perwakilan tersebut dengan segala dinamikanya akhirnya memutuskan dengan mufakat Masruri sebagai Ketua PPI Italia terpilih sesuai (Ps 9, ayat 4 AD/ART).

Karena kepemimpinan adalah tindakan, kami selaku jajaran pengurus PPI Italia 2015 bertekad untuk mewujudkan cita dan mimpi PPI Italia dalam aksi-aksi nyata. Untuk itu, besar harapan kami dalam mendapat dukungan dari para pelajar Indonesia di seluruh penjuru Italia. Kesempatan bergabung dalam kapal kepengurusan PPI Italia 2015 kami buka seluas-luasnya.

Silahkan menuju link berikut untuk mengikuti alur proses rekrutmen:
https://docs.google.com/…/1iKcYPFziH6fu_BN4okCCc17…/viewform

Salam Pelajar Indonesia di Italia!

Pengajian Regional Bolzano: Mempersiapkan Pernikahan Melalui Kajian Online

Kegiatan: Kajian Regional PPI Italia wilayah Bolzano
Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)

20141213_095603

Sabtu pagi itu terasa berbeda. Meski suhunya masih saja berkisar di 5 derajat celcius, tapi aku bisa merasakan buncahan kehangatan dari relung jiwa. Setelah memasukkan agar-agar yang kudinginkan semalam di kulkas, serta memotong Castella menjadi bagian-bagian kecil nan imut lalu memasukkannya ke dalam lunch box, aku bergegas menuju kediaman orang Indonesia di Via Cappuccini. Pagi itu ada kajian online setelah sekian lama kami vakum paska Ramadhan. Mendengar penuturan ustadz di sudut bumi Eropa ini memang memberikan kehangatan sendiri, menyiram kembali semangat setelah layu terkikis oleh kesibukan duniawi.

Populasi muslim Indonesia di Bolzano tidak bisa dikatakan banyak, hanya ada 7 orang dan aku adalah satu-satunya muslimah di sini. Meski begitu, semangat kami untuk menggali ilmu dari Ustadz Luthfi tentang persiapan pernikahan patut diacungi jempol. Ustadz Lufthi merupakan dosen teknik sipil Politeknik Bandung yang saat ini sedang menempuh pendidikan S3-nya di Bauhaus-Universität Weimar, Jerman. Ketika beliau menempuh pendidikan S2 (Erasmus Mundus) di Madrid-Padova beliau sering memberikan nasihatnya dalam kajian sharing spiritual online dengan audience dari Spanyol, Italia, Perancis, dan negara-negara Eropa lain. Kali ini format pengajian regional adalah offline-online. Kami bertujuh, mahasiswa Indonesia yang bergabung dalam PPI italia wilayah Bolzano berkumpul sambil bersilaturahim, sedangkan Ust. Luthfi memberikan materinya secara online dari Jerman.

Ustadz Luthfi membuka penuturannya dengan sebuah doa, “Segala puji bagiNya, yang Maha Mengetahui segala harap dan cita hamba-hambaNya”. Ya, memang hanya kepada diriNya kita patut berharap, meminta, mengadu, dan menumpahkan segala rasa. Ialah yang Maha Berkehendak, yang akan merangkul cita dan mimpi hambaNya, lalu memberikan yang terbaik.

Asy-syabab, atau yang lebih kita kenal dengan kata “pemuda” adalah sebutan yang umum diberikan pada orang berusia 20-30 tahun. Allah memerintahkan bagi para pemuda yang telah siap menikah untuk segera melangsungkan pernikahan. Bahkan Rasulullah pernah berkata bahwa siapapun yang tidak peduli dengan sunnahnya berupa pernikahan maka ia bukanlah termasuk golongan beliau. Lantas kesiapan seperti apa yang dimaksud di sini?

Ada dua hal pokok dari al-ba’ats yaitu kemampuan dalam berjima’ dan kemampuan secara umum. Hal ini bisa diukur dari tiga jenis persiapan yang selayaknya sudah dipersiapkan oleh para pemuda sejak dini. Pertama, persiapan visi. Kita harus mampu memahami esensi pernikahan itu secara maknawi. Untuk apa menikah? Apa visi dan misi kita dalam melangsungkan pernikahan? Apakah kita akan menjadi prbadi yang lebih baik setelah menikah nanti?

Kedua, persiapan finansial. Tak bisa dipungkiri bahwa sebuah pernikahan juga membutuhkan aspek keuangan. Rasulullah menganjurkan untuk menyelenggarakan walimatul ‘ursy meski sederhana, untuk mengabarkan tentang berita pernikahan. Dan yang terakhir adalah aspek ijtima’i. Setelah menikah, seorang pribadi akan dikenal sebagai keluarga. Hubungan dengan mertua, pasangan dengan orang tua kita, juga harus dilatih dan dipersiapkan betul.

Ijab kabul termasuk perjanjian yang berat. Allah hanya memakai kosakata mitsaqan ghaliza ini di tiga tempat dalam Al-Qur’an: perjanjian dengan Bani Israil, perjanjian dengan para nabi, dan akad nikah. Ini menunjukkan betapa sakralnya proses pernikahan dalam Islam.

Allah telah menerangkan dalam Al-Qur’an bahwa muslim yang baik untuk muslimah yang baik, dan begitu pula sebaliknya. Jadi penting bagi kita untuk mensholihkan pribadi agar Ia dekatkan dengan yang sekufu. Proses menuju pernikahan juga perlu dijaga betul, tidak berpacaran, tidak berduaan dengan yang bukan muhrim, serta meminta petunjuk dengan shalat istikharah sebelum memutuskan sesuatu.

Terakhir, Ustadz Luthfi menutup kajian pagi itu dengan pengingatan bagi pemuda yang sudah siap menikah namun belum mampu melaksanakannya untuk memperbanyak shaum. Karena mengalirnya syaithan itu seperti mengalirnya darah dan berdasarkan penelitian shaum akan melemahkan arus aliran darah sehingga godaan syaithan pun akan melemah.

Teman-teman PPI Italia yang tertarik tentang materi pernikahan, bisa menghubungi kami untuk bisa saling berbagi.