Selamat Datang!

Selamat datang di situs resmi PPI Italia! Di sini Anda akan menemukan berbagai informasi tentang belajar di Italia, mulai dari Daftar Universitas sampai dengan PPI Italia, wadah kolaborasi dan silaturahmi antar pelajar Indonesia di Italia. Buon appetito!

Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka: Mendamba “Pemimpin yang dirindukan”

“Kepemimpinan adalah tindakan, bukan jabatan” (Donald H. McGannon)

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” (UUD’45, Ps 33 ayat 3).

Menjelang ulang tahun kemerdekaan RI ke-70 sayup-sayup terdengar senandung dari seorang rakyat jelata:

Indonesia tanah air Siapa? Katanya Tanah Air Beta

Di tempat lain sekelompok pengamen sedang menyanyikan sebuah lagu:

hidup di NEGERI INI pikiran bingung
sawah ladang disulap menjadi GEDUNG
gedung-gedung tinggi menjulang
tapi berjuta rakyatnya tak bisa PULANG

apalagi zaman kini,
jadi “KULI” di negeri sendiri
keringat diperas tiap hari,
banting tulang untuk anak istri
…(Kanvas)

Dua senandung rakyat kecil, itu senada seperti yang ditirukan oleh mahasiswa eksponen 98 “Rakyat Menjerit…” di era reformasi. Tetapi senandung itu terdengar di hari ini, menjelang Kemerdekaan Indonesia yang ke-70, usia kemerdekaan yang 20 tahun lebih tua dari negara tetangga Singapura. Harga-harga melambung tinggi akibat dilepasnya subsidi BBM, nilai rupiah yang merosot tajam sampai hampir mendekati 14000 (sekitar 13800), bertambahnya pengangguran karena ditutupnya beberapa perusahaan, misalnya di sektor energi dan tambang (batu bara, tambang emas, ..).

Bagaimana tidak menjerit, gedung-gedung supermarket dibangun, pasar tradisional tergusur. Yang dijual buah-buahan import,  sedangkan buah-buahan lokal seperti tomat sengaja dibuang sama petani,karena harga jual yang sangat rendah.

Di level global memang terjadi krisis (naiknya tingkat suku bunga di tingkat global). Di Eropa negara Yunani gulung tikar, Italia belum menunjukkan progres yang berarti untuk bangkit dari krisi ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi rata-rata negara Eropa kurang dari 1%. Rusia menghadapi ancaman krisis fiskal akibat menurunnya pendapatan minyak dan gas. Devaluasi Yuan yang merupakan hasil fabrikasi Pemerintah China untuk melakukan bail out exporter mereka agar harga barang-barang China mempunyai harga yang kompetitif di pasaran internasional. Kebijakan ini selain berdampak pada merosotnya nilai rupiah, namun juga berpotensi membanjirnya produk-produk China di pasaran Indonesia. Termasuk produk-produk pertanian yang berpotensi mematikan para petani, jika tidak ada perlindungan dari kebijakan pemerintah. Saat ini pertumbuhan GDP real hanya 4.7% (Quarter ke-2 2015), jauh dibawah potensial yang bisa dicapai. Dan kelesuhan ekonomi ini, memicu presiden Jokowi untuk mengganti 6 menteri di posisi kunci.

Seperti disampaikan Yanuar Rizky, pengamat ekonomi, sekaligus entrepreneur Indonesia dalam sesi wawancara dengan Ketua PPI Italia dalam topik entrepreneurship (http://bit.ly/1LaowYV) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (http://bit.ly/1N6PYHt), disampaikan bahwa di keanehan di Indonesia adalah adanya Pengusaha yang jadi Politisi atau Politisi yang menjadi pengusaha. Kondisi ini rawan terjadinya kebijakan public yang dikeluarkan pejabat/politisi dicampuri kepentingan pribadi (kepentingan bisnis). Bukan hanya tanah yang bisa dikapling-kapling, tetapi proyek-proyek belanja pemerintah juga dikapling-kapling oleh sekelompok pengusaha tertentu. Kondisi-kondisi yang tidak fair dengan keberadaan kartel atau mafia menghambat munculnya pengusaha/entrepeneur baru. Indonesia hanya memiliki rasio entrepreneur sekitar 1.65% (Kementrian Koperasi dan UKM, 2014) dari total populasi, jauh dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia (5%) dan Singapura (7%) yang memiliki jumlah penduduk dan sumber daya alam yang kecil.

Tidak hanya mafia migas, tetapi yang paradoks adalah mafia garam, sedangkan Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki pantai yang panjang. Belum mafia produk-produk pertanian seperti importir beras, kedelai, jagung, dan mafia daging. Bahkan yang paradoks lagi, tidak hanya penimbunan barang mati seperti beras, di tengah langkanya daging sapi, ada oknum importir yang menimbun Sapi hidup. Jadi ingat seri kartun dari Inggris Shaun the Ship (Shaun si Domba), domba cerdik yang suka berakrobat bertumpuk-tumpuk seperti manusia. (Harusnya animator Indonesia juga membuat seri kartun Kisah Kehidupan si Kerbau, untuk mendidik masyarakat Indonesia memilih mengkonsumsi daging kerbau, daging asli Indonesia, untuk mengurangi ketergantungan kepada daging Sapi).

Sejarah dan keberadaan lingkaran pengusaha dalam kekuasaan diamini oleh hasil laporan INDEF (http://bit.ly/1HJVyHI, 12 Agustus 2015). Dalam laporan tersebut misalnya dibahas menteri profesional dan menteri ‘jatah partai’ dan kebijakan liberalisasi perdagangan pada masa menteri perdagangan Marie Elka Pangestu (MEP) di mana salah satu yang kontroversi adalah impor garam. Seharusnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus mengacu juga pada prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana diamanatkan UUD ’45 pasal 33, ayat 3.

Kebijakan public yang dikeluarkan pemerintah hendaknya mengacu pada kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial. Negara bukan individu yang bebas menelorkan kebijakan yang ‘nafsi-nafsi’ (sendiri-sendiri) atau elu-elu, gue-gue. Tetapi negara perlu melindungi rakyat kecil yang mempunyai komposisi terbesar dalam piramida penduduk Indonesia. Oleh karena itu kebijakan public jangan sampai didomplengi kepentingan golongan kecil yang memburu keuntungan bisnis semata dari para birokrat (para pemburu rente). Pelepasan subsidi BBM (premium) jelas bagi pemerintah akan mengamankan APBN dan defisit anggaran, dan pemerintah memiliki hampir 200 trilyun (195 trilyun) yang menurut pemerintah akan dialihkan ke pembangunan infrastruktur. Pengalihan infrastruktur ini harus dapat dipertanggungjawabkan keberhasilannya dalam jangka menengah dengan tingginya serapan anggaran pemerintah pusat, karena rakyat sudah berkorban dengan dampak naiknya BBM yaitu naiknya harga sembako, biaya transportasi, biaya pengobatan, dan lain-lain. Jangan sampai keluar dari pemburu rente mafia migas, masuk ke pemburu rente sektor infrastruktur.

Kelesuhan ekonomi Indonesia memang bukan melulu karena masalah internal. Pada saat ini nilai dollar sangat perkasa pada hampir mata uang yang lain. Harga komoditas global juga turun. Harga batu bara yang merupakan komoditas Indonesia pendukung perekonomian juga mengalami penurunan tajam. Tetapi yang digarisbawahi adalah sebagaimana Pemerintah Cina mengeluarkan jurus devaluasi Yuan untuk menggenjot Ekspor mereka, Pemerintah Indonesia juga harus mengeluarkan Jurus-Jurus Silat agar mampu bertahan dari serangan global. Dalam istilah Yanuar Rizky adalah jurus hutan bakau, yang mampu menahan abrasi pantai akibat dari tingginya terjangan gelombang laut. Banyak PR dalam negeri yang perlu diperbaiki, seperti penyerapan anggaran belanja pemerintah yang masih rendah (26,2% di Semester I 2015), inefficiency birokrasi, misalnya terkuaknya lamanya waktu dwelling time (bongkar-muat) di Pelabuhan Tanjung Priok yang mengindikasikan adanya mafia koruptor. Mafia komoditas perdagangan (mafia daging, mafia beras, mafia gandum…), mafia migas, yang mempermainkan harga komoditas kebutuhan masyarakat, dan koordinasi antar lembaga negara (eksekutif, legislatif, otoritas moneter, otoritas jasa keuangan), antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (karena adanya otonomi daerah).

Kemudian demokrasi ekonomi bukan berarti memaksakan diaplikasikannya liberalisasi perdagangan tanpa diiringi ada kebijakan perlindungan produk lokal. Liberalisasi pada kenyataannya hanya menguntungkan para bandar dan kartel-kartel perdagangan. Pemerintah harus menguatkan BUMN misalnya Bulog dan melalui tangan-tangan BUMN itu operasi pasar bisa dilakukan (misalnya penambahan suppy beras, cabe, bahkan daging dll) untuk menstabilkan harga. Tidak ada lagi kasus penimbunan yang dilakukan para mafia, karena pemerintah sudah mengantisipasi melalui tangan-tangan BUMN tersebut. Kemudian perlu digalakkan edukasi mengenai produk lokal seperti daging kerbau sebagai alternatif daging sapi. Juga proteksi hasil produk pertanian, misalnya pembelian produk pertanian oleh Bulog. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk2 pertanian dan hasil peternakan, perlu dilibatkan Universitas atau Pusat-pusat Riset sehingga produk lokal tidak kalah dengan komoditas Impor.

Pemerintah, pengusaha dan rakyat saatnya bersatu agar hutan bakau bisa lebat dan mampu menahan gelombang pasang akibat krisis global ataupun kebijakan negara lain yang berdampak pada ekonomi nasional (misalnya kebijakan the fed). Jargon mahasiswa tahun 1998 kembali bergaung “Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan”. Kali ini dalam konteks bersatu dengan pemerintah dan komponen bangsa yang lain untuk mencari solusi menghadapi ancaman krisis ekonomi. Dalam hal valutasi rupiah yang terlalu tinggi, jika diperlukan diterapkannya redenominasi (pemotongan tiga nol) di mana hal ini memerlukan persatuan dan kesepakatan nasional.

Sebagai tantangan setelah HUT RI ke-70 ini adalah penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Indonesia pasca krisis ekonomi 1998, dalam periode menteri BUMN dipegang Laksmana Sukardi (tahun 2003) telah melakukan divestasi sektor Telekomunikasi (seperti Indosat) dan sektor perbankan. Kesalahan kebijakan dengan menjual aset strategis ini akan dirasakan pada tahun 2015 ketika memasuki MEA. Di samping itu divestasi sektor telekomunikasi, dapat menyentuh aspek kemerdekaan wilayah udara dalam medan elektromagnetik yang dapat menimbulkan issue keamanan seperti penyadapan pembicaraan para pejabat negara, karena infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki asing.

Pada saat itu Singapora dengan Temaseknya banyak melakukan Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia dan yang paling banyak dibeli adalah sektor perbankan dan telekomunikasi.

Trend ini diikuti juga oleh Malaysia dengan Khasanahnya yang juga melakukan FDI di Indonesia, misalnya Maybank dengan membeli BII, dan PT XL Axiata. Bahkan Malaysia saat ini tercatat sebagai investor terbesar mengalahkan Singapura karena investasinya dalam teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) dalam sektor Telekomunikasi.

Sekarang kondisinya sejumlah bank ASEAN, khususnya asal Singapura dan Malaysia, sudah malang-melintang di Indonesia dengan penguasaan pasar dan ekspansinya yang signifikan.

Kebalikannya, bank-bank Indonesia merasa kesulitan membuka kantor cabang di negara-negara ASEAN. Sekarang perbankan BUMN Indonesia komplain dengan membawa asas resiprokalitas di sektor perbankan untuk bisa membuka cabang di negara-negara ASEAN. Dari sini terlihat ketidakseimbangan, perbankan Singapore dan Malaysia masuk ke Indonesia melalui pembelian (FDI) sedangkan perbankan Indonesia ingin masuk ke negara-negara tersebut melalui pembukaan cabang.

Intinya, ada kesalahan kebijakan yang dilakukan pemerintah pada saat itu dengan menjual asset strategis yang dampaknya dirasakan saat ini di mana kita akan memasuki MEA. Sekarang perbankan nasional menuntut diaplikasikannya disinsentif bagi perbankan asing untuk beroperasi di Indonesia, jika negara mereka tidak memberikan kemudahan bagi pembukaan cabang bank-bank Indonesia di negara mereka.

Keunggulan Indonesia yang tidak terbantahkan dibandingkan dengan negara ASEAN lain adalah luasnya geografi dan jumlah penduduknya. Tetapi jangan sampai seperti senandung pengamen tadi, rakyat Indonesia menjadi KULI di negeri sendiri, sedangkan kekayaan alam dan pasar demografi dikuasai oleh asing.

Semoga di tengah kekhawatiran ancaman krisis ekonomi dan persaingan dalam globalisasi terutama Masyarakat Ekonomi ASEAN, muncul sosok-sosok pemimpin termasuk para menteri yang baru dilantik, yang mampu menyatukan semua komponen bangsa dengan tindakan dan langkah nyata untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dan demi kesejahteraan rakyat dan tercapainya keadilan sosial.

(Penulis: Masruri, Ketua PPI Italia).

HUT RI Ke-70: Merah Putih berkibar tinggi di Expo Milano 2015

g4273

Paviliun Indonesia Expo Milan 2015 , dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 70 akan menyelenggarakan berbagai kegiatan di Paviliun Indonesia, Milan, selama tanggal 15-17 Agustus. Untuk menfasilitasi Masyarakat Indonesia yang akan berpartisisipasi, pihak pavilliun menyediakan ribuan tiket undangan spesial, dengan 20 euro, masyarakat Indonesia bisa masuk ke Expo Milano, menikmati hidangan (makan dan minum), serta mempunyai kesempatan memenangkan Doorprize.

Untuk memudahkan mendapatkan tiket undangan, reservasi tiket undangan pun difasilitasi. Bagi yang berminat baik masyarakat Indonesia maupun warga negara asing, bisa mengakses link http://bit.ly/1RC0kCm, untuk mendapatkan tiket undangan (include akses masuk expo, meal, doorprize). Tiket yang akan dikirim via email, dapat ditukarkan dengan tiket masuk ke Expo di Gate Treulza – EXPO MILANO 2015.

Khusus tanggal 17 Agustus 2015, di Paviliun Indonesia, akan diselenggarakan pemecahan rekor dunia (World Guinness Record) Tumpeng terbesar di dunia. Tumpeng raksasa tersebut akan dibuat putra-putra Indonesia dan memiliki tinggi 2.8 meter serta lebar 1.2 meter.

Selain ini akan diselenggarakan berbagai kegiatan meriahkan HUT RI ke-70 di antaranya: lomba merias wajah, lomba makan krupuk, joget balon, lomba mengambil koin di buah semangka, lomba memasukkan pensil ke botol untuk anak-anak, dan berbagai atraksi kesenian dan budaya.

Masyarakat Indonesia yang hadir dan juga Warga Negara asing berkesempatan memenangkan doorprize, di antaranya adalah flight gratis dari Amsterdam-Indonesia serta menginap satu malam di hotel bintang lima.

Suksesi Ketua PPI Italia

Halo pelajar Indonesia di seluruh penjuru Italia!
Kepengurusan PPI Italia 2015/2016 sebentar lagi akan berakhir. Dengan begitu, estafet kepemimpinan ini harus kami serahkan kepada kepengurusan selanjutnya.

Melalui pesan ini, kami ingin memberitahukan dua hal:
1. Bagi teman-teman yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang tinggi dan berani mencalonkan diri menjadi ketua PPI Italia, bisa mengirimkan CVnya paling lambat 7 Agustus 2015, ke email PPI Italia (ppindonesiaitalia@gmail.com) dengan tag [Suksesi PPI Italia].
2. Bagi teman-teman yang masih berstatus sebagai pelajar Indonesia di Italia, diharapkan untuk mengisi data diri pada link berikut ini paling lambat 12 Agustus 2015.
Dengan mengisi data tersebut, teman-teman akan otomatis terdaftar ke dalam daftar pemilih pada Pemilihan Online Ketua PPI Italia.
Demikian informasi ini kami sampaikan, salam semangat untuk semua pelajar Indonesia di Italia!

Salam,
Presidium PPI Italia

Memancing Beasiswa

Memancing Beasiswa

Mengantar Wahyudin Permana Syam, berangkat ke Nottingham, UK, untuk PostDoc.

Mendapatkan beasiswa terlebih beasiswa S3 di luar negeri bukan perkara yang mudah namun juga bukan perkara yang mustahil. Yang terpenting adalah semangat pantang menyerah dan tidak putus asa untuk terus mencari peluang. Banyak phd opening di website, namun yang sulit adalah mencocokkan antara spesifikasi kita sebagai pelamar dengan spec yang dibutuhkan. Beasiswa by project ini biasanya sangat ketat, hanya pelamar yang memiliki spec yang sesuai yang mempunyai peluang diterima.

Jika anda pelamar yang membawa beasiswa sendiri dari negaranya, relative lebih mudah mendapatkan posisi S3 di luar negeri, ibaratnya Universitas mana yang tidak mau mendapatkan tenaga gratis. Meskipun, biasanya Universitas yang bagus akan memberikan bantuan tambahan agar beasiswanya cukup untuk biaya hidup di kota tsb.

Salah satu metode di luar mainstream adalah memancing beasiswa. Kurang dari empat tahun yang lalu bertemu dengan sahabat satu almamater di UI yang datang ke Italia untuk meneruskan S3 setelah menyelesaikan pendidikan S2 di KSU, Arab Saudi. Yang mengagetkan adalah tidak ada tawaran beasiswa, hanya posisi S3 di Polimi. Bulan2 pertama harus rela mengeluarkan biaya sendiri (hingga 6 bulanan) dan menguras tabungan sisa beasiswa S2. Prinsip dia adalah “Saya tunjukkan kerja yang benar, insya Allah Professor akan kasih beasiswa.” Tidak mudah meyakinkan professor apalagi bukan berasal dari lulusan lokal. Singkat cerita Supervisor akhirnya memberikan beasiswa selama lebih dari 3 tahun, sampai lulus pendidikan S3.

Pada saat yang sama saya juga harus bekerja di bidang profesional (karena tidak mendapat beasiswa) sambil kuliah mengejar kredit dan publikasi S3 di tahun pertama, agar lolos evaluasi. Hingga akhirnya professor memanggil untuk full time di kampus dan melepas pekerjaan, dengan datangnya beasiswa tambahan dari pemerintah Italia (Kementrian Pendidikan, Universitas dan Riset). Beasiswa pemerintah ini berdasarkan statistik hanya membiayai kurang lebih 13% dari financial support PhD di Italia, selebihnya adalah kolaborasi industri dan project riset professor, yang bersumber dari Uni Eropa (FP7, Marie Curie, Project Horizon 2020) atau sumber funding lain.

System penerimaan S3 di Italia adalah public competition. Setelah modul dan document di submit, selanjutnya adalah ujian tulis dan wawancara. Hasilnya akan disusun berdasarkan rangking sesuai perolehan nilai. Jumlah mahasiswa yang diterima sudah ditetapkan berdasarkan tempat yang tersedia, dan beasiswa dimapping berdasarkan rangking terbaik. Biasanya jumlah beasiswa lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah total mahasiswa yang diterima, sehingga ada beberapa mahasiswa yang diterima tanpa beasiswa. Public competition ini sudah menjadi birokrasi. Tidak mungkin beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang tidak mengikuti public competition, atau yang posisinya di bawah kita.

Pertanyaannya, beranikah adik-adik mengikuti open competition untuk mendapatkan posisi S3 di Italia dan memancing beasiswa?

Jika iya, cek pendaftaran di link:
http://www.isssees2015.eu/italian-phd-scholarships-now-open-31st-cycle/

Ditulis oleh: Masruri (Ketua PPI Italia 2014/2015)

PPI Italia Tanda Tangani Manifesto Moscow terkait MEA

samuel_02

Pada tanggal 7 Mei 2015 di Moscow, Rusia, @PPI_Italia menandatangani “Manifesto Moscow” bersama 12 PPI negara Eropa di kawasan Amerika-Eropa. Manifesto tersebut berisi 11 butir rekomendasi PPI Amerop kepada Pemerintah Indonesia terkait dengan persiapan menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dimulai akhir tahun ini (untuk lengkapnya silahkan download dokument terlampir).

samuel_03

Delegasi PPI_Italia diwakili oleh Samuel Ampudan Putra (Ketua Departement Art PPI Italia) dan Ignasius Anjar (Ketua PPI Calabria), keduanya mahasiswa Università della Calabria, Coscenza.

Selain 11 butir hasil kesepakatan delegasi dari 12 PPI Negara di Kawasan Amerika dan Eropa, delegasi PPI Italia memberikan kontribusi pemikiran dengan secara spesifik dalam butir nomor 7, huruf (a) dengan detail:

7. Mempercepat pemerataan pembangunan insfrastuktur untuk meningkatkan ekonomi Indonesia.
a. Pemerataan penyelenggaraan kegiatan internasional demi mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah-daerah.

Pembangunan infrastruktur menopang pertumbuhan perekonomian suatu daerah. Salah satu trigger dari pembangunan infrasuktur adalah penyelenggaraan kegiatan berskala besar, terutama event internasional yang menarik perhatian dunia mancanegara. Kesiapan dan ketersediaan infrasuktur biasanya menjadi isu utama yang disorot media dunia ketika suatu daerah menyelenggarakan suatu perhelatan. Efek domino dari penunjukan suatu daerah sebagai tuan rumah kegiatan internasional adalah percepatan pengembangan dan peningkatan infrastrukturnya.

Laporan Delegasi PPI Italia – Simposium PPI Amerika Eropa

Info Lowongan Bekerja di PBB

Info lowongan bagi teman-teman mahasiswa dan alumni PPI Italia.

“Tertarik bekerja di lembaga PBB? Daftar sekarang dengan mengunjungi tautan berikut: http://careers.un.org atau http://careers.un.org/ypp”

PBB mendorong aplikasi dari calon perempuan,  PBB tidak mengenakan biaya pada setiap tahap proses perekrutan (aplikasi, wawancara, pengolahan, pelatihan atau biaya lain). PBB tidak ada kaitannya dengan informasi tentang rekening bank.

pbb_lowongan

Admin

Sepucuk Surat Harapan dari Bima, NTB

Apa perasaanmu saat mendapat surat dari anak-anak dengan sejuta mimpi di sudut bumi NTB sana?

Baku Bima, NTB. Kota yang belum pernah ku singgahi, bahkan aku harus membuka peta untuk mengecek dimana lokasi tepat keberadaannya. Tapi surat dari tangan-tangan kecil mereka, telah meyakinkanku bahwa ada secercah pelita yang sedang menyala di sana. Bahwa ada anak-anak manusia yang sedang berjuang melukis harapan di tanah kelahiran mereka.

Adalah Indonesia Mengajar, lembaga nirlaba yang dibangun oleh Anies Baswedan pada 2009, yang memfasilitasi ide surat-menyurat antara adik-adik di Bima dan para pelajar di Italia. Adik-adik ini dibantu oleh fasilitator Indonesia Mengajar untuk membuat surat yang berisi data diri, hobi, dan cita-cita mereka pada selembar kertas karton, yang kemudian dikirimkan ke penjuru dunia. Lihatlah bagaimana optimisme mereka begitu bersinar dari warna-warni tulisan tangan mereka.

lili1 lili2

Surat dari Adik Ico dan Adik Hamblin

“Cita-cita saya ingin menjadi guru”, tulis Adik Ico. “Kakak-kakak di luar negeri sedang ngapain? Doakan saya bisa belajar di sana ya Kakak”, begitu Ia mengakhiri suratnya.

Aku sendiri mendapat surat dari Adik Hamblin, yang hobinya memancing di laut dan main bola. Suratnya pun dipenuhi dengan gambar ikan dan pemain bola. Ia kini duduk di kelas enam SDN Inpres Baku.

Mendapatkan surat-surat dari mereka, aku dan para pelajar lain di Bolzano, lebih dari bersemangat untuk membalasnya. Ada yang melampirkan foto-foto makanan di Italia, foto suasana kota Bolzano, bangunan-bangunan terkenal di Italia, dll. Tak lupa kami mengirim pesan agar mereka giat belajar, tak lelah untuk merenda mimpi dan harapan, serta bersemangat dalam menggapainya.

lili3

“Bermimpilah yang tinggi ya Hamblin. Karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita. Kak Lili doakan, semoga suatu saat nanti, Hamblin juga bisa sekolah di luar negeri :)”

-Kak Lili-

“Belajarlah diiringi dengan doa tapi jangan lupa untuk bergembira :-D Semoga Dik Ico bisa meraih cita-citanya menjadi Bu Guru Ico :-) Salam ya untuk semuanya yang ada di sana, dari Italia, Februari 2015″

-Kak Fariz-

“Riska di Bima, rajin belajar, banyak-banyak membaca, berjuang, dan jangan pernah menyerah!”

-Kak Rido-

Surat sederhana yang mereka kirim itu bukan saja menjadi bukti bahwa ada semangat menyala dari bumi Baku di NTB sana. Lebih dari itu, surat-surat mereka telah menyadarkan kami, para pelajar Indonesia yang diberi kesempatan untuk bisa sekolah tinggi di luar negeri, untuk bersyukur dengan nikmat pendidikan yang kami dapati saat ini. Surat-surat itu memacu kami untuk lebih berprestasi, lebih giat dalam menuntut ilmu di benua biru ini. Karena ada anak-anak Indonesia yang menanti inspirasi, yang menunggu kontribusi nyata kami.

Note: Video yang menggambarkan suasana kota Baku dan anak-anak di sana https://www.youtube.com/watch?v=N5ADTL9M6BM

Pengajian Regional Bolzano-Trento Edisi Bulan Februari

Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)
Kegiatan: Kajian Regional wilayah Bolzano dan Trento

Sabtu, 28 Februari 2015. Muslim Indonesia di Bolzano dan Trento kembali berkumpul dalam pengajian bulanan yang kali ini bertema “Pandangan Islam tentang Orang Tua: Antara Peran dan Akhlak”. Berbeda dari pengajian-pengajian sebelumnya, setelah pengajian ini kami juga mengadakan acara kekeluargaaan berupa penyambutan warga Indonesia yang baru datang ke Bolzano. Ada banyak makanan khas Indonesia yang dihidangkan dalam acara ini. Mulai dari berbagai jenis ayam: ayam kare, ayam bumbu saus lemon, ayam ala Pakistan; ikan panggang, pecel, dan teri Medan. Hmm yummy!

Dan, untuk yang penasaran bagaimana serunya Ust. Luthfi dalam membahas tema tentang orang tua, simak rangkumannya berikut ini.

Kita tentu pernah marah atau kesal atas perlakuan buruk teman kita terhadap kita. Dan karena sakit hati itu, kita ingin suatu kemalangan menimpanya. Namun bolehkah kita berdoa meminta keburukan terjadi pada orang lain? Tentu tidak boleh, kan.

Uniknya, sejarah mencatat bahwa doa seorang ibu yang tertuju untuk anaknya, akan selalu dikabulkan Allah, baik itu berupa kebaikan atapun tidak. Ini membuktikan bahwa memang benar ridho orang tua adalah ridhoNya, begitu juga dengan murka orang tua adalah murkaNya.

Namanya Juraij. Dia adalah ahli ibadah yang sangat mencintai sunnah-sunnah Rasulullah. Bahkan ia membangun sebuah ruangan khusus di rumahnya yang ia gunakan untuk bermunajat kepada Allah. Suatu hari saat ia hendak berdiri menunaikan shalat sunnah, ibunya memanggil. Tapi karena saking cintanya ia pada Rabbnya, ia segera memulai shalat sunnah, dan tidak menjawab panggilan sang bunda. Mendapati bahwa anaknya tidak menghiraukannya, setelah dipanggil beberapa kali, ibu Juraij ini kesal. Ia lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, jangan Engkau matikan dia sebelum fitnah terjadi pada dirinya.” Sebuah doa yang terlontar dari mulut seorang bunda, tak ada hijab setipis pun yang  dapat menghalanginya.

Dan sungguh benar janji Allah. Ada seorang wanita yang cantik rupanya dan begitu mengagumi Juraij. Ia adalah seorang pelacur. Meski berkali-kali ia menggoda Juraij, Juraij tak gentar dan tidak termakan oleh bujuk rayunya. Sayangnya wanita ini tidak kehabisan ide. Didasari oleh perasaan cintanya yang begitu besar kepada Juraij, ia rela melakukan segala hal. Ia kemudian berzina dengan seorang pemuda hingga hamil, lalu mengatakan kepada semua orang bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Juraij! Sungguh fitnah besar yang menimpa seorang ahli ibadah. Fitnah yang terjadi karena Allah memperkenankan doa seorang bunda.

Dari Juraij kita belajar, bahwa doa ibu tidak pernah terhijab oleh apapun. Lisannya, lantunan permohonan yang ia panjatkan, akan selalu didengar oleh Allah. Inilah balasan atas perjuangannya dalam mengandung dan menyapih kita dalam keadaan payah yang bertambah-tambah. Wahnan ‘alaa wahnin. Ibarat kegelapan laut yang berlapis-lapis, semakin dalam semakin gelap, maka begitulah yang ibu rasakan  dalam mengandung seorang anak.

Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua, birul walidain, Allah sandingkan dengan larangan untuk mempersekutukanNya (An-Nisa: 36). Begitu pentingnya perintah ini, sampai-sampai ia menempati peringkat kedua setelah perintahNya untuk menjauhi kemusyrikan.

Maka sudah seharusnya kita berakhlak kepada kedua orang tua dengan sebaik-baik akhlak. Berbakti dan meminta restunya atas segala hal yang kita lalui dalam perjalanan hidup kita. Karena doanya mustajab, karena pintanya tak terhalang, dan karena ridhonya adalah juga ridho Allah.

Job Opportunity: Expo Milano 2015

PPI Italia, salah satu program 2015 adalah bersinergi dengan kegiatan Expo Milano 2015 yang akan diselenggarakan di Milan selama 6 bulan dari 1 Mei 2015 s.d 31 Oktober 2015. Kegiatan yang menjadi cakupannya adalah:

    mengadakan kegiatan sarasehan dengan pembicara tokoh2 Indonesia yang akan berkunjung ke Italia
    menjadi intermediary mahasiswa/masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Expo Milano 2015
    membantu Penyelenggara Expo Milano 2015 untuk mencari talent-talent Pelajar/Mahasiswa/Masyarakat Indonesia untuk mendukung Expo Milano 2015 sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan

Untuk mendukung acara tersebut telah dibentuk tim khusus Expo Milano yang terdiri dari PPI Italia (Koordinator), PPI Milano, dan Simpul Masyarakat Indonesia (KCP Melati WW, Yayasan Tiara).

Tim Khusus Expo Milano 2015

Tim Khusus Expo Milano 2015

Untuk info Expo Milano 2015 bisa diklik artikel expo 1 dan artikel expo 1.


Job Opportunity!

Restorant dalam Paviliun Indonesia membutuhkan talent mahasiswa Indonesia untuk bertugas sebagai penjaga stand selama kegiatan EXPO MILANO 2015.

  • Benefit: Free food and drink, free entrance expo milano, uang saku (jumlah akan diupdate kemudian)
  • Sistem kerja: Part time, shift pagi atau malam
  • Persyaratan:

-Komitmen utk memenuhi jadwal shift
-Kemampuan basic berbahasa Italia (menyapa tamu, dlsb)

Bagi yang berminat bisa mengisi form berikut:

https://docs.google.com/forms/d/1SO4GRit_NvpnaIZxmLXs1odypYhZlZxBEsN-W-OBqAE/viewform

Jangan lupa sertakan foto, data tidak lengkap tidak akan diproses. Proses seleksi akan dilakukan  pada bulan April oleh tim restaurant tersebut di Milan.

(Note: data akan dikeep untuk opportunity yang lain di Expo Milano 2015).

Untuk Penyelenggara Expo dan Mahasiswa/Masyarakat Indonesia yang membutuhkan informasi dan kolaborasi bisa menghubungi tim PPI Italia di alamat expomilano.italia@gmail.com.

Beasiswa lokal solusi financial support studi di Italia

Penulis: Masruri

Ketua PPI Italia 2014/2015, mahasiswa S3  Universita’ degli Studi di Parma.

Belajar di luar negeri bisa menjadi solusi alternatif untuk menyekolahkan anak-anak kita di tengah mahalnya pendidikan di Indonesia. Biaya pertama (admission fee) dengan jumlah yang demikian besar, belum spp dan biaya hidup, dapat menjadi beban tersendiri bagi orang tua. Beasiswa yang tersedia tidak serta merta dapat membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup di kota besar tempat menimba ilmu. Bekerja sambilan dengan standar gaji yang kecil juga terkadang tidak membantu di tengah beratnya beban sks.

Memburu beasiswa bisa menjadi solusi alternatif untuk membantu meringankan beban biaya selama studi di luar negeri. Di beberapa negara di Eropa biaya sekolah tidak terlampau mahal jika dibandingkan dengan di Indonesia. Di Jerman misalnya per semester, biaya spp sekitar 500 euro, demikian juga Italia. Di Perancis lebih kecil lagi (200 euro untuk undergraduate, dan 260 euro untuk master per tahun). Lihat http://www.studyineurope.eu/tuition-fees untuk lebih detail.

Beasiswa Local Italia

Beasiswa Local Italia

Meskipun Pemerintah Italia tidak begitu gencar memberikan beasiswa tetapi setidak nya beasiswa dari Kementrian luar negeri (MAE) ditawarkan setiap tahun meskipun tidak full (3-9 bulan) dan dapat diperbarui tahun berikutnya. Namun, Italia memiliki kekhasan berupa banyaknya beasiswa local yang diberikan kepada mahasiswa secara umum baik local maupun mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan regular baik undergraduate (laurea triennale) maupun master (laurea magistrale). Beasiswa tersebut ditawarkan oleh Institusi local yang disebut Badan Regional untuk Hak atas Pendidikan (Azienda Regionale per il Diritto allo Studio) maupun pemerintah local.Tidak hanya beasiswa tetapi mereka juga menyediakan bantuan asrama (alloggio), mensa, dan mobilitas (student mobility semacam erasmus).
Tabel berikut memuat beberapa institusi regional di Italia.

Wilayah Nama Institusi Website
Abruzzo Azienda per il diritto agli studi universitari (Adsu) http://www.adsuaq.org
Basilicata Azienda regionale per il diritto alo studio universitario della Basilicata (Ardsu) http://www.unibas.it/ardsu.htm
Calabria Centro Residenziale dell’Università degli studi della Calabria http://www.unical.it/portale/strutture/centri/residenziale/
Campania Ente regionale per il diritto alo studio universitario (Edisu) http://www.edisunapoli1.it,
http://www.edisuna2-iuo.it,
http://www.edisuparthenope.org
http://www.edisucaserta.it
http://www.edisu.sa.it
Emilia Romagna E.R.G.O http://www.er-go.it
Padova ESU Padova http://www.esu.pd.it
Venezia ESU Venezia http://www.esuvenezia.it
Toscana DSU Toscana http://www.dsu.toscana.it
Roma LUISS http://dirittoallostudio.luiss.it

Pendaftaran pada umumnya dilakukan dengan online. Jika sudah memilih Universitas yang dituju dan telah melakukan pre-registrasi, cobalah cari institusi lokal yang sesuai dengan wilayahnya. Misalnya Er-go dapat meliputi Bologna-Romagna, Modena-Reggio Emilia, Parma, dan Ferrara. Jika anda sudah memilih Universitas di salah satu kota tersebut, maka anda berhak melakukan pendaftaran di Er-go. Cek expired date untuk pendaftaran beasiswa maupun residence. Beasiswa biasanya diberikan dua kali setahun dengan total kurang lebih 5800 euro. Jika mendapatkan residence maka pembayaran bisa dipotong untuk sewa rumah (sekitar 160 per bulan) dan sisanya akan diberikan pada saat jadwal pengambilan beasiswa, bisa ditransfer ke rekening ataupun cash di bank yang ditunjuk.

Selain beasiswa yang bisa didapat dari institusi tersebut, beberapa pemerintah lokal seperti Bolzano memberikan penawaran beasiswa bahkan dengan jumlah yang lebih tinggi sampai mencapai 1200 euro per bulan. Beberapa Universitas juga menawarkan beasiswa langsung terintegrasi dengan program studi, seperti Universitas Calabria, Politeknik Milan, dan Politeknik Torino.