Selamat Datang!

Selamat datang di situs resmi PPI Italia! Di sini Anda akan menemukan berbagai informasi tentang belajar di Italia, mulai dari Daftar Universitas sampai dengan PPI Italia, wadah kolaborasi dan silaturahmi antar pelajar Indonesia di Italia. Buon appetito!

Mereguk Semangat Menuntut Ilmu dari Pengajian Regional Bolzano-Trento

Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)
Kegiatan: Kajian Regional PPI Italia wilayah Bolzano dan Trento

20150124_120035

Pagi itu, dua belas muslim/muslimah di Bolzano dan Trento berkumpul untuk pertama kalinya dalam pengajian regional di wilayah kami. Memang format pengajian dengan menyatukan dua komunitas muslim di dua provinsi yang berbeda ini baru pertama kali diadakan. Materinya pun sangat menarik, selaras dengan pekerjaan kami saat ini yaitu menjadi seorang mahasiswa. “Mengulik Kisah Cendekiawan Muslim: Sebuah Pemacu dalam Menuntut Ilmu di Negeri Orang” adalah tema dalam pengajian kali ini yang dibawakan dengan sangat apiknya oleh Ust. Luthfi.

Periode dimana cendekiawan muslim berkembang pesat kita kenal dengan sebutan periode klasik. Di sini kita mengenal assabiqunal awwalun yang didominasi oleh kalangan muda yang kritis, dinamis, dan anti status quo. Komunitas yang dibangun adalah komunitas tauhid. Tidak asing bagi kita saat mendengar nama-nama cendekiawan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi, yang hidup pada zaman ini.

Sayang, semenjak kehidupan dunia mulai dipertentangkan dengan akhirat, saat itulah mulai terlihat kemunduran Islam. Periode ini dikenal dengan nama periode pertengahan. Dalam periode ini terjadi banyak disintegrasi, agama dipisahkan dari politik, lalu muncullah tiga kerajaan besar: Usmani, Persia, dan Mughal.

Selebihnya, yang juga masih kita rasakan hingga saat ini, adalah periode modern. Sudah selayaknya para pemikir muslim melakukan rekonstruksi kembali dari ketertiduran umat pada periode ini. Kita harus mampu berkaca pada periode klasik untuk membangun kembali kejayaan ilmu pengetahuan Islam itu lagi.

Kita mungkin bisa meneladani sosok Ibnu Sina, yang senantiasa menjaga keseimbangan antara kecerdasan moral dan spiritualnya. Sebagai contoh, di saat dia bingung dan merasa semua jalan telah buntu, yang ia lakukan adalah mengambil air wudhu, lalu shalat, dan berdoa hingga kersulitan-kesulitan itu Allah angkat. Karena memang hanya Ialah yang berkehendak untuk menyingkap tabir yang selama ini menutupi cahaya intelektualitas kita.

Begitu pula dengan ilmuwan terkenal asal Indonesia yang baru-baru ini mendapat penghargaan dari Jerman. Siapa lagi kalau bukan Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Mungkin selama ini kita hanya mengenal kehidupan akademisnya saja, bagaimana ia berjuang, belajar di negeri orang, sampai membangun perusahaan pesawat terbang dengan keahlian ilmu yang ia kuasai. Ternyata, itu semua tak terlepas juga dari kekuatan spiritual yang dimilikinya. Di tengah kesibukan aktivitas akademik, beliau masih menjaga konsistensi untuk berpuasa sunnah Senin-Kamis. Masya Allah..

Kita, sebagai pelajar yang setiap hari disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, penelitian, dsb, kadang merasa tidak mempunyai waktu untuk menambah aktivitas amal-amal ibadah kita. Ada saja pembelaan atas nama kuliah untuk mengurangi lembar Al-Qur’an yang kita baca setiap hari, atau alasan untuk menunda-nunda shalat.

Tahukah kawan? Bahwa sesungguhnya semakin kita merasa sibuk, di saat itulah Allah akan tambahkan lagi kesibukan kita, hingga seakan-akan kita tidak mampu mengenal siapa diri kita sesungguhnya. Mungkin justru disebabkan oleh kesibukan yang kita anggap berlebihan itulah yang membuat kita lupa, hingga kita akan terus-menerus merasa dalam kesibukan yang memenatkan. Padahal bisa jadi, dengan kita menunaikan hak batin, hak akal, dan hak raga secara seimbang, cahaya ilmu akan lebih mudah mengisi rongga-rongga dalam otak kita.

Setelah pengajian yang berdurasi kurang lebih 2 jam 20 menit ini, kami menyantap makan siang yang bertema lebaran yaitu opor ayam dan sambal goreng daging kentang :9 Ditambah pula dengan kriuknya kerupuk puli, segarnya es cincau, dan manisnya puding serta brownies. :9

Open Recruitment Anggota Pengurus PPI Italia 2015

[OPEN RECRUITMENT PPI Italia 2015]

“Kepemimpinan itu tindakan, bukan jabatan.”
(Donalt H. McGannon)

Seiring dengan pergantian kepengurusan PPI Italia dari periode 2014 ke 2015, kami jajaran pengurus PPI Italia 2015:

Ketua: Masruri Masruri (Parma)

Sekretaris: Alifah Syamsiyah (Bolzano)

Bendahara dan Bisnis Usaha:
Bendahara I (Keuangan): Ario Santoso (Bolzano)
Bendahara II (BU): Wahyudin Permana Syam (Milan)

A. Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya
Ketua: Arumjeni Mitayani (Milan)

B. Bidang Media Center
Ketua: Siti Maskurotul Ainia (Calabria)

C. Bidang Kepemudaan dan Olahraga
Ketua: Stevan Chondro (Bologna)
Wakil: Rahmat Hidayat (Coscenza),

D. Bidang Support IT/Telematika
Ketua: Fariz Darari (Bolzano)
Wakil: Husna Nugrahapraja (Pisa)

E. Ketua PPI Wilayah:
Calabria: Gendra Tri Nugraha Sjafwan (Calabria)
Bolzano: Fariz Darari(Bolzano)
dan PPI-PPI Wilayah lainnya

mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Monis H Pandhu selaku ketua PPI Italia periode 2014 beserta segenap pengurus atas sumbangsihnya dalam memajukan PPI Italia.

Berdasarkan musyawarah presidium/perwakilan wilayah selama 18 September 2014 – 12 Oktober  2014 (elektronik) dengan wakil:

Calabria : Monis Pandhu Hapsari (mahasiswa S2 Universitas Calabria, Ketua PPI Italia)
Gendra Tri Nugraha Sjafwan (mahasiswa S2 Universitas Calabria, Ketua PPI Calabria)
Roma dan sekitarnya: Wawan Sujarwo (Mahasiswa S3, Universitas Roma 3)
Toscana : Husna Nugrahapraja (mahasiswa S3, Scuola Superiore Sant’Anna)
Emilia Romagna : Masruri (mahasiswa S3 Universitas Parma)
Milano dan sekitarnya: Wahyudin Permana Syam (mahasiswa S3 Politeknico di Milano)
Bolzano : Ario Santoso (mahasiswa S3 Universitas Bolzano)

setelah menjaring calon melalui perwakilan tersebut dengan segala dinamikanya akhirnya memutuskan dengan mufakat Masruri sebagai Ketua PPI Italia terpilih sesuai (Ps 9, ayat 4 AD/ART).

Karena kepemimpinan adalah tindakan, kami selaku jajaran pengurus PPI Italia 2015 bertekad untuk mewujudkan cita dan mimpi PPI Italia dalam aksi-aksi nyata. Untuk itu, besar harapan kami dalam mendapat dukungan dari para pelajar Indonesia di seluruh penjuru Italia. Kesempatan bergabung dalam kapal kepengurusan PPI Italia 2015 kami buka seluas-luasnya.

Silahkan menuju link berikut untuk mengikuti alur proses rekrutmen:
https://docs.google.com/…/1iKcYPFziH6fu_BN4okCCc17…/viewform

Salam Pelajar Indonesia di Italia!

Pengajian Regional Bolzano: Mempersiapkan Pernikahan Melalui Kajian Online

Kegiatan: Kajian Regional PPI Italia wilayah Bolzano
Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)

20141213_095603

Sabtu pagi itu terasa berbeda. Meski suhunya masih saja berkisar di 5 derajat celcius, tapi aku bisa merasakan buncahan kehangatan dari relung jiwa. Setelah memasukkan agar-agar yang kudinginkan semalam di kulkas, serta memotong Castella menjadi bagian-bagian kecil nan imut lalu memasukkannya ke dalam lunch box, aku bergegas menuju kediaman orang Indonesia di Via Cappuccini. Pagi itu ada kajian online setelah sekian lama kami vakum paska Ramadhan. Mendengar penuturan ustadz di sudut bumi Eropa ini memang memberikan kehangatan sendiri, menyiram kembali semangat setelah layu terkikis oleh kesibukan duniawi.

Populasi muslim Indonesia di Bolzano tidak bisa dikatakan banyak, hanya ada 7 orang dan aku adalah satu-satunya muslimah di sini. Meski begitu, semangat kami untuk menggali ilmu dari Ustadz Luthfi tentang persiapan pernikahan patut diacungi jempol. Ustadz Lufthi merupakan dosen teknik sipil Politeknik Bandung yang saat ini sedang menempuh pendidikan S3-nya di Bauhaus-Universität Weimar, Jerman. Ketika beliau menempuh pendidikan S2 (Erasmus Mundus) di Madrid-Padova beliau sering memberikan nasihatnya dalam kajian sharing spiritual online dengan audience dari Spanyol, Italia, Perancis, dan negara-negara Eropa lain. Kali ini format pengajian regional adalah offline-online. Kami bertujuh, mahasiswa Indonesia yang bergabung dalam PPI italia wilayah Bolzano berkumpul sambil bersilaturahim, sedangkan Ust. Luthfi memberikan materinya secara online dari Jerman.

Ustadz Luthfi membuka penuturannya dengan sebuah doa, “Segala puji bagiNya, yang Maha Mengetahui segala harap dan cita hamba-hambaNya”. Ya, memang hanya kepada diriNya kita patut berharap, meminta, mengadu, dan menumpahkan segala rasa. Ialah yang Maha Berkehendak, yang akan merangkul cita dan mimpi hambaNya, lalu memberikan yang terbaik.

Asy-syabab, atau yang lebih kita kenal dengan kata “pemuda” adalah sebutan yang umum diberikan pada orang berusia 20-30 tahun. Allah memerintahkan bagi para pemuda yang telah siap menikah untuk segera melangsungkan pernikahan. Bahkan Rasulullah pernah berkata bahwa siapapun yang tidak peduli dengan sunnahnya berupa pernikahan maka ia bukanlah termasuk golongan beliau. Lantas kesiapan seperti apa yang dimaksud di sini?

Ada dua hal pokok dari al-ba’ats yaitu kemampuan dalam berjima’ dan kemampuan secara umum. Hal ini bisa diukur dari tiga jenis persiapan yang selayaknya sudah dipersiapkan oleh para pemuda sejak dini. Pertama, persiapan visi. Kita harus mampu memahami esensi pernikahan itu secara maknawi. Untuk apa menikah? Apa visi dan misi kita dalam melangsungkan pernikahan? Apakah kita akan menjadi prbadi yang lebih baik setelah menikah nanti?

Kedua, persiapan finansial. Tak bisa dipungkiri bahwa sebuah pernikahan juga membutuhkan aspek keuangan. Rasulullah menganjurkan untuk menyelenggarakan walimatul ‘ursy meski sederhana, untuk mengabarkan tentang berita pernikahan. Dan yang terakhir adalah aspek ijtima’i. Setelah menikah, seorang pribadi akan dikenal sebagai keluarga. Hubungan dengan mertua, pasangan dengan orang tua kita, juga harus dilatih dan dipersiapkan betul.

Ijab kabul termasuk perjanjian yang berat. Allah hanya memakai kosakata mitsaqan ghaliza ini di tiga tempat dalam Al-Qur’an: perjanjian dengan Bani Israil, perjanjian dengan para nabi, dan akad nikah. Ini menunjukkan betapa sakralnya proses pernikahan dalam Islam.

Allah telah menerangkan dalam Al-Qur’an bahwa muslim yang baik untuk muslimah yang baik, dan begitu pula sebaliknya. Jadi penting bagi kita untuk mensholihkan pribadi agar Ia dekatkan dengan yang sekufu. Proses menuju pernikahan juga perlu dijaga betul, tidak berpacaran, tidak berduaan dengan yang bukan muhrim, serta meminta petunjuk dengan shalat istikharah sebelum memutuskan sesuatu.

Terakhir, Ustadz Luthfi menutup kajian pagi itu dengan pengingatan bagi pemuda yang sudah siap menikah namun belum mampu melaksanakannya untuk memperbanyak shaum. Karena mengalirnya syaithan itu seperti mengalirnya darah dan berdasarkan penelitian shaum akan melemahkan arus aliran darah sehingga godaan syaithan pun akan melemah.

Teman-teman PPI Italia yang tertarik tentang materi pernikahan, bisa menghubungi kami untuk bisa saling berbagi.

Gathering PPI Trento dan Bolzano – 29 Maret 2014

Pada hari Sabtu tanggal 29 Maret 2014, anak-anak PPI se-Trento dan Bolzano mengadakan acara syukuran dan temu kangen (sama masakan Indonesia, terutama Soto Padang :D). Syukurannya memperingati:

  1. Lulusan Fani
  2. Ultah Ario
  3. Nikahan Fariz-Fitri

Auguriiiii! Selamat ya untuk semua! Host acara ini adalah Eko (grazieee!). Pada acara ini, menunya adalah soto padang, ayam pedas, oseng jamur, panna cotta, martabak manis, dan masih banyak lagi (beneran emang buanyaaak sih). Selain itu, juga diadakan maen game kartu2an: gak pake taruhan kok, dijamin :). Berikut foto dengan muka-muka sumringah karena kenyang:

Kami Datang, Kami Senang, Kami Kenyang

Kami Datang, Kami Senang, Kami Kenyang

Soto Padang Siap Dihidang

Soto Padang Siap Dihidang

Lezat nan Nikmat

Lezat nan Nikmat

Acara Kumpul-Kumpul PPI Trento dan Bolzano

Pada 25 Januari 2014, anak-anak PPI se-Trento dan Bolzano mengadakan acara syukuran dan temu kangen (sama masakan Indonesia :D). Host acara ini adalah Hilman dan Mariska (grazieee!). Pada acara ini, menunya adalah nasi kuning, abon ikan, cake, chicken tandoori (yang ini India sih), telor balado, perkedel, bipang, brem, sambel goreng ati, bihun goreng, krupuk, lumpia, dan masih banyak lagi (beneran emang buanyaaak sih). Selain itu, juga diadakan maen game kartu2an (reporternya sayangnya sudah balik lagi ke Bolzano jd gak bisa ikut maen gamenya -__-). Berikut foto dengan muka-muka sumringah karena kenyang:

BeFunky_DSC_0022.jpg

Acara Pecel-Ria PPI Cabang Bolzano

Pada 18 Januari 2014, anak-anak PPI Italia cabang Bolzano berkumpul bersama untuk ultahnya Taufan (kaos merah). Kami merayakannya dengan makan pecel bareng (yg pedesnya kayak set*n) :) Tanti auguri di buon compleanno, Taufan!

PicsArt_1390416313134

Dari kiri: Taufan, Ridho, Yasmin, Fariz, Henry

 

 

8 PhD Scholarships for Analytics for Economics and Business (AEB), year 2013-2014

We are pleased to inform you about the call for applications to 8 PhD scholarships for the new Course on Analytics for Economics and Business (AEB), year 2013-2014.

 

The AEB PhD program is run by the Department of Management, Economics and Quantitative Methods of the University of Bergamo and by the Department of Economics and Management of the University of Brescia.

 

Main research areas are Statistics, Financial mathematics and Operation research.

Baca lebih lanjut

[Beasiswa S3] PhD in Computer Science at the Free University of Bozen-Bolzano

The Free University of Bozen-Bolzano was founded in 1997 as a multilingual, internationally oriented institution.

A public competition for the allocation of PhD positions in the Faculty of Computer Science is announced, for 10 places, of which 6 places will be covered by grants. The PhD Programme lasts three years and the official language of the programme is English.

Baca lebih lanjut